Mesin Mobil Ngelitik Setelah Ganti BBM: Saat Angka Oktan Tidak Sesuai Kebutuhan Mesin
Bunyi kelitik saat mobil menanjak atau digas dari putaran rendah sering muncul setelah pemilik beralih ke BBM beroktan lebih rendah. Hemat di SPBU bisa berbalik jadi tenaga loyo dan konsumsi yang justru lebih boros.
Banyak pemilik mobil baru menyadari ada yang berubah beberapa hari setelah mencoba BBM yang lebih murah. Saat menanjak di jalan perumahan atau menginjak gas dalam-dalam dari putaran rendah, terdengar bunyi halus seperti kerikil beradu di dalam mesin. Di bengkel, gejala ini biasa disebut ngelitik atau knocking, dan penyebabnya sering kali bukan kerusakan, melainkan angka oktan bensin yang tidak sesuai kebutuhan mesin.
Angka oktan, yang di SPBU tertulis sebagai RON, bukan ukuran seberapa bertenaga sebuah bensin. Angka ini menunjukkan seberapa tahan bensin terhadap tekanan dan panas sebelum terbakar sendiri. Mesin modern umumnya memakai rasio kompresi tinggi agar lebih efisien. Di ruang bakar yang tekanannya tinggi, bensin beroktan rendah bisa meledak lebih awal sebelum busi memercik. Ledakan yang datang tidak pada waktunya inilah yang menghasilkan bunyi kelitik dan getaran kecil pada piston.
Sebagian besar mobil keluaran beberapa tahun terakhir sudah memiliki knock sensor. Sensor ini mendengar getaran ngelitik lalu meminta komputer mesin memundurkan waktu pengapian. Bunyinya memang bisa berkurang, tetapi ada harga yang dibayar. Tenaga terasa lebih loyo, mobil perlu injakan gas lebih dalam untuk kecepatan yang sama, dan konsumsi BBM bisa naik. Selisih harga per liter yang tampak hemat di SPBU sebagian bisa habis karena tarikan mesin tidak lagi optimal.