Lampu Mobil Berembun Saat Musim Hujan: Kapan Masih Wajar, Kapan Tanda Seal Bocor
Embun tipis di dalam lampu utama sering hilang sendiri setelah lampu dinyalakan. Tetapi kalau embunnya menetap atau sampai ada genangan air, itu tanda seal atau ventilasi lampu bermasalah.
Pagi setelah hujan semalaman, banyak pemilik mobil mendapati bagian dalam lampu utama tampak berkabut, seperti kaca kamar mandi selesai mandi air hangat. Sebagian langsung khawatir lampunya rusak, sebagian lagi mengabaikannya sama sekali. Keduanya kurang tepat, karena embun di lampu mobil bisa berarti hal yang biasa, tetapi juga bisa menjadi awal masalah yang lebih mahal.
Lampu utama modern sebenarnya tidak tertutup rapat sepenuhnya. Rumah lampu punya lubang ventilasi kecil agar udara panas dari bohlam bisa keluar dan tekanan di dalamnya tetap seimbang. Lewat lubang inilah udara lembap ikut masuk. Saat suhu turun di malam hari atau mobil terkena hujan setelah mesin panas, uap air di dalamnya mengembun di sisi dalam mika yang lebih dingin. Embun tipis seperti ini umumnya hilang sendiri dalam beberapa puluh menit setelah lampu dinyalakan atau mobil dipakai berjalan.
Situasinya berbeda kalau embun tidak pernah benar-benar hilang, muncul butiran air besar, atau bahkan terlihat genangan di bagian bawah lampu. Itu menandakan air masuk dari celah, bukan sekadar udara lembap. Penyebab yang sering ditemui adalah lem atau seal antara mika dan rumah lampu yang mulai getas karena umur dan panas, tutup karet di belakang lampu yang tidak terpasang rapat setelah ganti bohlam, retak halus pada mika akibat benturan kerikil, atau selang ventilasi yang tersumbat kotoran sehingga udara lembap terperangkap di dalam.