Tangki Angin Truk Jarang Dikuras: Air Embun Yang Diam-diam Melemahkan Rem

Sistem rem angin truk menghasilkan air embun setiap hari, apalagi saat musim hujan. Kalau tangki jarang dikuras, air dan oli kotor bisa merusak katup dan membuat rem terasa telat.

Di banyak pool truk, ritual pagi sebelum berangkat biasanya berkisar pada cek oli, air radiator, dan tekanan ban. Satu hal yang sering terlewat justru ada di bawah sasis: tangki angin rem. Padahal pada truk dan bus yang memakai rem angin, tangki inilah yang menyimpan udara bertekanan untuk menekan kampas setiap kali pedal diinjak.

Masalahnya, udara yang dipompa kompresor tidak pernah benar-benar kering. Udara di sekitar kita mengandung uap air, dan iklim Indonesia yang lembap membuat kadarnya tinggi, terlebih saat musim hujan. Ketika udara dimampatkan lalu mendingin di dalam tangki, uap itu mengembun menjadi air. Kompresor yang mulai aus juga ikut meloloskan sedikit oli mesin. Hasilnya adalah campuran air dan oli yang perlahan menumpuk di dasar tangki.

Selama jumlahnya sedikit, sistem masih bekerja normal. Tetapi jika dibiarkan berminggu-minggu, air ini mulai ikut terbawa ke saluran dan katup rem. Karat muncul di dalam tangki dan pipa, karet seal katup cepat getas karena terkena oli, dan endapan lumpur kecil bisa membuat katup relay atau katup rem tangan bekerja tersendat. Sopir biasanya merasakannya sebagai rem yang terasa telat menggigit, tekanan angin yang lama naik setelah mesin dihidupkan, atau bunyi desis angin bocor yang tak kunjung hilang. Di daerah dataran tinggi yang dingin, air di saluran bahkan bisa membuat katup macet di pagi hari.