Setang Motor Bunyi "Tek" Saat Direm Mendadak: Komstir Oblak Yang Diam-diam Mengganggu Kendali

Bunyi "tek" dari bagian depan saat motor direm mendadak atau melewati polisi tidur sering dianggap sepele. Padahal itu bisa jadi tanda komstir oblak atau bearing kemudi aus yang membuat setang goyang dan kendali di jalan berlubang ikut terganggu.

Banyak pengendara motor pernah mengalaminya: saat mengerem mendadak di depan lampu merah atau melewati polisi tidur, terdengar bunyi "tek" atau "klotok" dari bagian depan. Rasanya seperti ada yang bergeser sedikit di sekitar setang. Karena motor tetap bisa jalan normal, gejala ini sering dibiarkan berbulan-bulan. Padahal sumbernya kerap ada di komstir, rangkaian bearing di leher rangka yang menjadi poros setang dan garpu depan berbelok.

Komstir bekerja keras setiap hari. Seluruh beban bagian depan motor, hentakan dari jalan berlubang, dan dorongan saat pengereman disalurkan lewat dua bearing kecil di atas dan bawah leher rangka. Di jalanan Indonesia yang banyak polisi tidur, lubang, dan genangan, bearing ini cepat kehilangan pelumasnya. Air hujan dan debu masuk, gemuk mengering, lalu permukaan bearing mulai aus atau membentuk cekungan kecil. Mur pengikat yang kendur karena getaran juga membuat celah di komstir makin lebar.

Ada beberapa tanda yang mudah dikenali. Pertama, bunyi "tek" saat rem depan ditarik keras atau saat roda depan menghantam lubang. Kedua, setang terasa goyang atau ada getaran di kecepatan tertentu, terutama saat melepas tangan sebentar dari setang. Ketiga, kebalikannya, setang terasa berat, kaku, atau seperti "tertahan" di posisi tengah ketika motor dibelokkan pelan. Gejala terakhir ini biasanya muncul saat bearing sudah aus berlekuk.