Gas Motor Tidak Kembali Sendiri Saat Dilepas: Kabel Gas Seret Yang Diam-diam Berbahaya

Putaran gas yang terasa berat atau lambat kembali ke posisi semula sering dianggap sepele, padahal di situasi mendadak itu bisa membuat motor tetap melaju saat pengendara ingin berhenti. Pemeriksaannya cukup beberapa detik dan bisa dilakukan sendiri sebelum berangkat.

Di banyak bengkel kecil, keluhan ini datang dengan kalimat yang mirip: "Gasnya agak nyangkut, Mas." Pengendara merasa putaran gas lebih berat dari biasanya, atau saat genggaman dilepas, grip tidak langsung kembali ke posisi nol. Mesin masih meraung sepersekian detik sebelum turun ke langsam. Karena motor tetap bisa dipakai, banyak orang menunda perbaikannya sampai berminggu-minggu.

Padahal fungsi pegas di sistem gas sederhana tetapi penting: begitu tangan melepas grip, katup gas di karburator atau throttle body harus menutup sendiri. Kalau gerakannya tertahan, motor tetap mendapat tenaga di saat pengendara justru ingin melambat, misalnya ketika mobil di depan mengerem mendadak, saat berbelok tajam di tikungan, atau ketika jalan menurun dan licin setelah hujan.

Penyebab paling umum ada pada kabel gas. Kabel baja di dalam selongsong lama-lama kering karena pelumasnya habis, lalu bergesekan dan mulai berkarat, apalagi pada motor yang sering diparkir di luar dan menerjang hujan. Debu yang masuk lewat ujung selongsong ikut membuat gerakannya kasar. Penyebab kedua adalah jalur kabel yang salah setelah ganti setang, pasang dudukan ponsel, atau bongkar pasang bodi. Kabel yang tertekuk tajam atau terjepit akan terasa normal saat setang lurus, tetapi menarik gas sendiri ketika setang dibelokkan penuh. Penyebab lain yang sering terlewat adalah selongsong grip yang aus dan bergesekan dengan ujung setang, atau grip karet yang terlalu masuk sehingga menempel ke rumah saklar.