Ban Mobil Masih Tebal Tapi Sudah Tua: Membaca Kode DOT Sebelum Karetnya Retak

Banyak pemilik mobil hanya melihat ketebalan alur saat menilai ban, padahal karet bisa menua dan mengeras walau jarang dipakai. Empat angka kecil di dinding ban memberi tahu kapan ban itu dibuat.

Di banyak garasi rumah, ada mobil yang kilometernya rendah karena hanya dipakai akhir pekan atau mudik setahun sekali. Saat dicek, alur bannya masih dalam dan tampak seperti baru. Pemiliknya merasa aman. Padahal ban itu bisa saja sudah berumur tujuh atau delapan tahun, dan karetnya diam-diam sudah mengeras.

Ban tidak hanya aus karena gesekan dengan aspal. Karet juga menua karena oksigen, panas, dan sinar matahari. Seiring waktu, minyak dan zat pelentur di dalam kompon menguap, sehingga karet menjadi lebih keras dan kurang lentur. Ban yang keras daya cengkeramnya turun, terutama di jalan basah saat musim hujan, dan lebih rentan retak di dinding samping. Pada kecepatan tinggi di tol dengan beban penuh, retakan seperti ini bisa berujung pada ban robek atau benjol.

Cara paling mudah mengetahui umur ban adalah membaca kode DOT di dinding samping. Cari tulisan DOT yang diikuti deretan huruf dan angka. Empat angka terakhir, biasanya di dalam kotak oval kecil, adalah minggu dan tahun produksi. Contohnya, angka 1001 berarti ban dibuat pada minggu ke-10 tahun 2001, seperti terlihat pada foto di atas. Kode ini kadang hanya tercetak di satu sisi ban, jadi bila tidak terlihat dari luar, periksa sisi yang menghadap ke dalam kolong.