Air Radiator Mobil Cepat Berkurang Tanpa Bocor Terlihat: Saat Tutup Radiator Mulai Lemah

Air radiator yang harus ditambah tiap minggu padahal lantai garasi selalu kering sering membuat pemilik mobil bingung. Salah satu penyebab yang paling murah tapi paling sering terlewat adalah tutup radiator yang per dan karetnya sudah lemah.

Banyak pemilik mobil punya kebiasaan yang sama: buka kap, lihat tabung reservoir, lalu tambah air radiator sedikit. Kalau itu hanya terjadi sesekali, wajar. Tetapi kalau batasnya turun terus setiap minggu, sementara tidak ada tetesan di lantai, selang tampak kering, dan oli tidak berubah warna, perhatian sebaiknya beralih ke komponen kecil di atas radiator: tutupnya.

Tutup radiator bukan sekadar penutup. Di dalamnya ada per dan karet yang menjaga sistem pendingin tetap bertekanan saat mesin panas. Tekanan ini menaikkan titik didih cairan pendingin, sehingga mesin bisa bekerja di suhu kerja normal tanpa air mendidih. Saat cairan memuai karena panas, katup di tutup membuka dan mengalirkan kelebihannya ke reservoir. Ketika mesin dingin kembali, katup kecil lain menarik cairan itu pulang ke radiator.

Masalahnya, per dan karet ikut menua. Panas berulang, kotoran dari coolant yang jarang diganti, serta usia membuat karet mengeras atau retak, dan per tidak lagi menahan tekanan seperti seharusnya. Akibatnya, tutup membuka terlalu cepat. Cairan terdorong ke reservoir lebih sering, sebagian menguap atau keluar lewat selang luapan sebagai uap saat mobil terjebak macet panjang. Karena keluarnya berbentuk uap panas, tidak ada genangan yang bisa dilihat. Pada sisi lain, kalau katup baliknya macet, cairan di reservoir tidak tertarik kembali, sehingga radiator kekurangan air padahal reservoir tampak penuh.